RSS
 

Service Timing Belt

27 Jun

Sekitar 1 bulan yang lalu saya service mobil saya. Ketika diperiksa montir-nya langsung bilang “wah ini timing belt-nya udah harus diganti nih, udah hampir putus bahaya nanti bisa ngerusak mesin”. Akhirnya ya diganti, karena saya tau emang udah waktunya diganti juga. Gimana caranya bisa tau kalo timing belt udah harus diganti? Timing belt punya yang namanya “batas pemakaian” biasanya dalam ukuran kilometer. Jadi saat penggantian timing belt, biasanya montir akan liat kilometer saat ini berapa, lalu ditambah dengan batas pakai timing belt berapa (batas pakai timing belt berbeda untuk tiap mobil, kalo mobil saya umur timing belt-nya pendek, hanya 17,500 KM). Contoh dalam kasus saya, misal saya mengganti timing belt pada kilometer 60,000 umur timing belt 17,500. 60,000 + 17,500 = 77,500. Berarti saat kilometer mobil saya udah mencapai 77,500 timing belt udah harus diganti.

Lebih baik mengganti timing belt lebih cepat dari batas waktunya daripada terlambat, karena jika timing belt sampe putus akibatnya fatal. Seberapa fatal? untuk lebih jelas, kita lihat dulu fungsi dari timing belt. Timing belt berfungsi untuk memutar camshaft yang berperan untuk membuka dan menutup valve pada ruang pembakaran pada waktunya. Secara fungsi, ada 2 macam valve, yang pertama intake valve, valve untuk jalur masuk oksigen dan bahan bakar (bensin) ke dalam ruang pembakaran dan exhaust valve, valve untuk membuang sisa pembakaran.

Kedua valve tersebut digerakan oleh camshaft yang berputar, dan tugas timing belt untuk memutar camshaft tersebut. Sekarang bayangkan jiga timing belt pada mesin putus saat mesin sedang bekerja, karena pembakaran bekerja dengan cepat, proses buka tutup valve berjalan sangat cepat, jadi kemungkinan besar saat timing belt putus kondisi valve sedang terbuka (menjorok masuk ke dalam ruang pembakaran. Akibatnya, piston pembakaran akan menabrak valve yang sedang terbuka tersebut. Akibatnya jelas sangat fatal, valve dan kepala piston yang beradu tersebut akan hancur.

Jika hal ini sampai terjadi, mobil akan mati total. Kalaupun mesin dipaksa untuk dihidupkan, akan mengakibatkan kerusakan pada piston dan valve menjadi semakin parah. Untuk memperbaikinya mesin harus dibongkar (turun mesin) piston dan valve harus diganti, dan jelas bukan masalah kecil karena posisi mereka ada didalam silinder pembakaran. Harganya-pun relatif mahal (apalagi kalo mobil mewah big grin). Jadi sebaiknya catat dan ingat kapan waktu penggantian timing belt, dan ganti sebelum terlambat.

 
 

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

 

 
  1. Bagya

    March 5, 2014 at 8:42 AM

    Setahu saya, putusnya timing belt ketika mesin nyala tidak selalu akan menyebabkan kerusakan fatal, tergantung jenis mesinnya. Ada jenis mesin yg ketika timing belt putus tidak menyebabkan masalah fatal.
    Seperti mobil saya Toyota New Corolla th. 2001, ketika putus timing belt, mesin langsung mati, dibawa ke bengkel, cukup ganti timing belt saja.

     
  2. Philipus

    May 7, 2013 at 9:45 AM

    thanks gan infonya… saya mau ganti temeng belt buat hilux

     
  3. kanto

    March 16, 2013 at 9:48 AM

    ga punya mobil gan,.hik hik hik..apanya yg mau di ganti, pal├Čng2 ganti belt buat kolor..hik hik

     
  4. hendrix

    February 14, 2013 at 11:02 PM

    cakeeep.. skali ulasannya.. makasih masbro.. kini aku jdi paham betapa bahayanya, jika terlmbt ganti komponen yg 1 ini..

     
  5. Stream Sports Online

    March 19, 2012 at 4:28 PM

    Great blog. Thx for sharing!