RSS
 

Archive for the ‘Automotive’ Category

Definisi Horsepower

14 Jul

Horsepower atau HP adalah bentuk definisi umum yang setara antara 735.5 sampai 750 Watts. Horsepower awalnya didefinisikan untuk membandingkan kekuatan mesin uap dengan kuda pony oleh Jamess Watt, sang penemu mesin uap tentu saja. Di jaman modern ini Horsepower kemudian diadopsi untuk mengukur kekuatan piston kendaraan bermotor, turbin, motor elektrik dan berbagai mesin lainnya, misalnya gergaji mesin big grin

Kini horsepower banyak dihubungkan dengan kekuatan mesin, misal mesin mobil. Untuk hal ini horsepower yang digunakan adalah ukuran horsepower untuk mekanik yaitu 33.000 feet-pounds/minute (yang disebut diatas setara antara 735 sampai 750 Watts adalah ukuran horsepower elektrik).

[ad]

 
 

Service Timing Belt

27 Jun

Sekitar 1 bulan yang lalu saya service mobil saya. Ketika diperiksa montir-nya langsung bilang “wah ini timing belt-nya udah harus diganti nih, udah hampir putus bahaya nanti bisa ngerusak mesin”. Akhirnya ya diganti, karena saya tau emang udah waktunya diganti juga. Gimana caranya bisa tau kalo timing belt udah harus diganti? Timing belt punya yang namanya “batas pemakaian” biasanya dalam ukuran kilometer. Jadi saat penggantian timing belt, biasanya montir akan liat kilometer saat ini berapa, lalu ditambah dengan batas pakai timing belt berapa (batas pakai timing belt berbeda untuk tiap mobil, kalo mobil saya umur timing belt-nya pendek, hanya 17,500 KM). Contoh dalam kasus saya, misal saya mengganti timing belt pada kilometer 60,000 umur timing belt 17,500. 60,000 + 17,500 = 77,500. Berarti saat kilometer mobil saya udah mencapai 77,500 timing belt udah harus diganti.

Lebih baik mengganti timing belt lebih cepat dari batas waktunya daripada terlambat, karena jika timing belt sampe putus akibatnya fatal. Seberapa fatal? untuk lebih jelas, kita lihat dulu fungsi dari timing belt. Timing belt berfungsi untuk memutar camshaft yang berperan untuk membuka dan menutup valve pada ruang pembakaran pada waktunya. Secara fungsi, ada 2 macam valve, yang pertama intake valve, valve untuk jalur masuk oksigen dan bahan bakar (bensin) ke dalam ruang pembakaran dan exhaust valve, valve untuk membuang sisa pembakaran.

Kedua valve tersebut digerakan oleh camshaft yang berputar, dan tugas timing belt untuk memutar camshaft tersebut. Sekarang bayangkan jiga timing belt pada mesin putus saat mesin sedang bekerja, karena pembakaran bekerja dengan cepat, proses buka tutup valve berjalan sangat cepat, jadi kemungkinan besar saat timing belt putus kondisi valve sedang terbuka (menjorok masuk ke dalam ruang pembakaran. Akibatnya, piston pembakaran akan menabrak valve yang sedang terbuka tersebut. Akibatnya jelas sangat fatal, valve dan kepala piston yang beradu tersebut akan hancur.

Jika hal ini sampai terjadi, mobil akan mati total. Kalaupun mesin dipaksa untuk dihidupkan, akan mengakibatkan kerusakan pada piston dan valve menjadi semakin parah. Untuk memperbaikinya mesin harus dibongkar (turun mesin) piston dan valve harus diganti, dan jelas bukan masalah kecil karena posisi mereka ada didalam silinder pembakaran. Harganya-pun relatif mahal (apalagi kalo mobil mewah big grin). Jadi sebaiknya catat dan ingat kapan waktu penggantian timing belt, dan ganti sebelum terlambat.

 
 

Tips Memilih Bensin

23 Jun

Banyak orang yang menganggap kalau lebih baik menggunakan bensin yang mahal untuk kendaraan (mobil, motor atau mesin lain yg menggunakan sistem internal combustion). Kalau di Indonesia banyak yg bilang “pake pertamax, biar tarikannya lebih ringan dan motor jadi ngebut”. Persepsi yg salah yg udah terlanjur menyebar dari mulut ke mulut happy

Ambil contoh di Indonesia. Produksi Pertamina ada 3 jenis bensin. Premium, Pertamax dan Pertamax Plus. Masing masing beda harga dari Premium yang termurah sampe Pertamax Plus yang termahal. Yang membedakan ketiga jenis itu sebetulnya bukan kualitas, tapi tingkat octane dari masing masing jenis bensin tersebut. Tingkat octane Premium itu 88, Pertamax 92 dan Pertamax Plus 95. Banyak yg ga ngerti apa sebetulnya maksud dan arti dari tingkat octane masing masing bahan bakar, akhirnya banyak anggapan salah yang menyebar sampe udah jadi “urban legend” kalo tingkat octane tuh berpengaruh ama kinerja mesin, lebih tinggi octane yang dipakai, lebih bagus buat mesin dan bikin mesin menghasilkan power yang lebih besar. Padahal sebetulnya ngga.

Tingkat octane sebetulnya hanya sebuah nilai yang dipakai untuk patokan, seberapa tinggi tingkat kompresi bahan bakar tersebut sebelum dia terbakar (dengan sendirinya). Semakin tinggi octane bahan bakar, semakin tinggi tingkat kompresi yang dia punya. Karena itu sebetulnya memilih tipe bahan bakar tuh tergantung seberapa besar “Compression Ratio” dari mesin. Coba liat di buku panduan mobil atau motor, disana pasti ada yang menyebutkan berapa “Compression Ratio” (kadang disingkat CR doang) dari mesin kendaraan tersebut.

Untuk patokan awal bisa seperti ini. Untuk CR 7:1 s/d 9:1 bahan bakar yang dianjurkan adalah bahan bakar dengan tingkat octane 88 (premium). Untuk CR 9:1 s/d 10:1 pakai bahan bakar dengan octane 92 (Pertamax atau Shell Super). Untuk CR 11:1 atau lebih pakal bahan bakar dengan octane 95 (Pertamax Plus atau Shell Super Extra). Jarang ada mobil (berbahan bakar bensin) yang CR-nya lebih dari 12, walaupun ada beberapa yang bisa sampe 13 atau 14 (mobil balap).

Bahan bakar yang tidak sesuai bisa merusak mesin itu sendiri. Jika mesin dengan compression ratio tinggi diberi bensin dengan octane yang rendah, bensin akan terbakar sebelum waktunya dan menyebabkan engine knocking (engine pinging). Jika mesin dengan tingkat kompresi rendah diberi bensin ber-octane tinggi, sebetulnya tidak akan masalah karena bensin modern telah dicampur dengan additive pembersih untuk membersihkan residu berlebih sisa pembakaran, yang jadi masalah mungkin hanya kita harus mengeluarkan uang lebih (karena lebih mahal) tanpa mendapatkan benefit apapun, dan performa mesin akan tetap sama seperti menggunakan bensin dengan octane rendah (yang lebih murah). Tapi kalo emang banyak duit dan ga tau mau dipake buat apa, ya sudahlah, mesin pemotong rumput juga boleh dikasih pertamax big grin

Info tambahan. Ada pengecualian untuk beberapa jenis kendaraan seperti mobil saya CR-nya 9.5:1 (bagusnya pake pertamax) tapi masih bisa pake premium tanpa kena engine knocking. Ini masih masuk akal, soalnya tingkat octane bensin premium sebetulnya bukan 88, tapi 89.7 (hampir 90 tuh). Jadi selama ini, ya masih aman2 aja pake premium, biar irit juga big grin

Note : Cara menghitung Compression Ratio yang sebenarnya.

Compression Ration = Volume Silinder + Volume Clearance + Volume Kompresi Piston + Volume Gasket + Volume Chamber DIBAGI Volume Clearance + Volume Piston + Volume Gasket + Volume Chamber (semua dalam satuan inchi)