RSS
 

Archive for January, 2011

Be Honest To Yourself

26 Jan

Food for thought (or soul?).

Apa yang terbersit di pikiran kalian saat kalian melihat seseorang berkata seperti ini didepan orang banyak, atau pasang status di Facebook atau posting di Twitter.

“Alhamdulillah ya Allah, akhirnya kebeli rumah, mobil, laptop, kamera DSLR. Plus ditambah gaji naik sekarang jadi 12 juta, jadi bisa nabung untuk rencana liburan ke Singapore, alhamdulillah….”

 
2 Comments

Posted in Blog, Social

 

Post Power Syndrome

25 Jan

Few people told me a complaining story about a person who act differently to his friend, after he got promoted. Actually I felt the same thing from this particular person. But honestly, I don’t care. I see a frog which stood on top of palm tree is still a frog. Most people fall for post power syndrome, it’s typical. But wise man will realize that quickly and step his foot back to the ground. While the others fail to do the same, someday they’ll get stoned and fall into the mud pool where he belong.

 
No Comments

Posted in Blog, Rubbish

 

Money, In “God” We Trust

04 Jan

Uang memang aspek penting dalam hidup manusia, memang, uang bukan segalanya, tapi kita hampir tidak bisa berbuat apa-apa tanpa uang. Saking vital-nya, semakin lama semakin banyak orang yang akan melakukan apapun untuk mendapatkan uang.

Berita yang paling menarik tahun ini mungkin pengakuan dari vendor gelang kesehatan Power Balance. Setelah dibuktikan oleh banyak ilmuwan eropa bahwa gelang itu tidak memiliki efek apapun, akhirnya perusahaan pembuat gelang Power Balance mengakui, jika gelang tersebut memang tidak memiliki dukungan ilimiah untuk semua iklan mereka yang menyebutkan jika gelang tersebut bisa membuat badan lebih “sehat”.

Saya dalam hal ini mengesampingkan perbedaan hukum perdagangan antara Indonesia dan Australia. Australia memaksa vendor Power Balance untuk menarik semua produknya dari pasaran dan memberikan kesempatan pembeli sebelumnya untuk melakukan refund. Hal tersebut mungkin tidak berlaku dan tidak bisa diterapkan di Indonesia, lagipula, Indonesia memang surga bagi perusahaan pembuat barang “sampah” untuk memasarkan produk mereka.

Saya hanya sedikit menyesalkan, karena hal seperti ini saya anggap sebagai penipuan. Banyak orang tertipu membeli produk ini tanpa mendapatkan hasil apapun, selain dari “placebo effect” dari gencarnya promosi di media massa. Untuk saya sendiri, saya tidak pernah tertipu karena saya orang yang sangat kritis, apalagi terhadap hal-hal yang berbau science.

Semoga untuk kedepan perusahaan perusahaan bisa lebih “beradab” dalam mencari uang, dan menjual produk sesuai dengan kapasitasnya, tanpa hanya memikirkan profit semata. Semua orang perlu uang, tapi itu bukan berarti kita dapat menjadikannya alasan untuk menipu orang lain, walaupun mungkin penjualan produk produk “pseudo-science” ada dalam “grey area” secara moral. Bagi saya pribadi, hal seperti ini tidak dapat ditolerir, terutama dalam hal “sebagai bentuk pembodohan masyarakat”.

 
4 Comments

Posted in Blog, Personal